LAMI Sosialisasi dan Deklarasi Anti Tawuran Kepada Ratusan Siswa

BEKASI – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Bekasi menggelar Sosialisasi Pelajar Kabupaten Bekasi Anti Tawuran dan Penyuluhan Hukum beserta bahayanya kenakalan Remaja, pada Kamis (7/09/2023).

Ketua DPC LAMI Kota Bekasi, Juwita Sari mengatakan sosialisasi dan Penyuluhan yang dilakukan pihaknya untuk mengajak pelajar di Bekasi, bisa terhindar dari tawuran dan penyuluhan hukum serta bahayanya pergaulan kenakalan remaja. Dikarenakan, tawuran antar pelajar di Bekasi masih saja selalu ada, meskipun sudah berkurang.

“Walaupun tawuran pelajar di Bekasi sudah berkurang jauh, namun dengan adanya sosialisasi ini semoga mampu mengurangi pelajar yang bermasalah dalam kekerasan sosial dan mereka bisa mengetahui hukum persoalan tersebut,” kata Juwita.

Juwita Sari menjelaskan, sosialisasi dilakukan untuk generasi muda di Bekasi, khususnya kalangan pelajar, agar bisa melahirkan generasi muda anti tawuran dan terhindar dari korban berikutnya ataupun perbuatan yang bersifat kekerasan.

“Bekasi sebagai kota yang punya banyak ragam suku bahasa dan budaya, maka dari itu meskipun banyak perbedaan, dengan adanya sosialisasi ini bisa membuat kita makin solid tanpa adanya perbedaan,” jelasnya.

Senada Pemerhati dan Dosen, Adi Burnadi mengatakan timbulnya tawuran karena terjadi lantaran para siswa minimnya  fasilitas kontrol sosial dari mereka dan pemahaman kebaikan untuk para murid.

“Jadi solusinya dengan kontrol diri sendiri untuk berbuat baik dan  mengontrol dirinya agar tidak saling mengejek satu sama lain antar sekolah inilah yang perlu diperhatikan,” katanya.

Sementara itu Kesiswaan SMK BKM 1, Ismail Saleh mengatakan kegiatan tersebut pihak sekolah sangat ngedukung untuk penguatan karakter siswa. Sehingga, siswa SMK BKM tidak ada yang ikut tawuran dan mengetahui bahanya kenakalan remaja.

“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan LAMI sangat membantu kami untuk penguatan karakter dan sosialisasi tersebut bisa menyadarkan siswa peserta tersebut untuk tidak melakukan tawuran ataupun tindakan negatif harus ditekankan untuk melakukan kegiatan positif supaya bisa memperoleh kan prestasi,” terangnya.

Ia juga menyarankan baik antar sekolah saling mendukung dan mengontrol siswanya untuk aktif peduli kepada mereka dan diharapkan Pemerintah Kota Bekasi membentuk satgas persoalan ini agar keberlanjutan.

“Kita harus bersama-sama peduli kepada siswa agar pada kesiswaan setiap sekolah memberikan perhatian dan mengontrol mereka, semoga dengan kegiatan ini bisa mengurangi tawuran antar pelajar sekolah dan diharapkan adanya pembentukan satgas,” katanya.

Terpisah, salah satu peserta Kelas 11, Andi mengatakan, sangat bangga bisa mengikuti kegiatan sosialiasi tersebut. Dikarenakan pelajar di Bekasi, menurut sepengetahuannya, masih ada yang melakukan tawuran. Sehingga adanya ini, dirinya berharap, bisa meminimalisir tawuran antar pelajar. Dan ia juga menjadi mengetahui apa itu tentang hukum dan bahayanya kenakalan remaja sekarang.

“Walaupun gak pernah tawuran, tapi ini menurut saya sangat berguna juga buat kita para pelajar. Apalagi ada pembahasan tentang hukuman dampak tawuran. Dan juga jadi ngerti apa itu narkoba semua itu dari kenakalan remaja,” tuturnya.(*/amh)